Menjaga kualitas produk adalah jantung dari perusahaan. Menghadirkan kualitas produk yang baik dan konsisten mengarah pada kepuasan konsumen. CV. Modis menjual pernak- pernik remaja putri, produk utama yang dihasilkan adalah tas, dompet, dan pouch. Dalam proses quality control sering ditemukan produk cacat minor dan mayor, toko tersebut belum memiliki pengendalian kualitas statistik dan belum memiliki batasan tertentu untuk jumlah cacat produk yang terkendali, masih terfokus pada operator dan quality control. Dengan rata- rata persentase produk cacat minor 0,58%, cacat minor terdiri dari 4 jenis yaitu label brand terlipat, kancing lepas, jahitan tidak rapi, dan jahitan terlewat. Persentase produk cacat mayor terdiri dari 4 jenis yaitu noda yang tidak dapat dibersihkan, reject bahan, aksesoris terbalik, dan bekas jahitan terlipat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor yang menyebabkan terjadinya produk cacat dan upaya meminimalisir terjadinya cacat produk dengan menerapkan siklusPDCA. Tahapan Plan menggunakan Fishbone Ishikawa Chart untuk mengetahui sebab akibat terjadinya produk cacat. Tahapan Do adalah implementasi dari perencanaan perbaikan dengan metode 5W + 1H. Tahapan Check menggunakan metode P-Control Chart, didapatkan bahwa untuk cacat produk minor terdapat 4 grup dari 13 grup yang mengalami out of control. Tahap Act dilakukan untuk mencegah terjadinya cacat produk yang sama di kemudian hari dengan membuat check sheet, SOP yang lebih jelas dan detail serta pembuatan standarisasi produk untuk meminimalisir terjadinya cacat produk di kemudian hari. Kata kunci: Produk Cacat, PDCA, Pengendalian Kualitas
Copyrights © 2024