Pengelolaan sampah yang baik sangat krusial bagi keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Di Kabupaten Tabanan (Bali), data SIPSN KLHK menunjukkan timbulan sampah sebesar 232,67 ton per hari (84.922,73 ton/tahun). Studi ini mengevaluasi dampak penerapan sistem informasi dalam pengelolaan bank sampah dengan kerangka BEEE (Business value, Effectiveness, Efficiency, dan (supply) Effectiveness). Data yang digunakan berasal dari SIPSN KLHK tahun 2024 untuk seluruh bank sampah di Tabanan. Metode analisis meliputi deskripsi kuantitatif timbulan dan komposisi sumber sampah, serta analisis kualitatif kinerja sistem informasi berdasarkan BEEE. Hasil menunjukkan bahwa sistem informasi meningkatkan produktivitas operasional bank sampah, memudahkan pencatatan transaksi nasabah, dan memperbaiki kecepatan pelaporan. Di sisi bisnis, informasi digital membantu pemerintah daerah merencanakan program pengurangan sampah secara tepat sasaran, meski kontribusi bank sampah terhadap total timbulan sampah masih kecil. Studi ini membahas efektivitas dan efisiensi sistem informasi dalam mendukung tujuan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) serta menyimpulkan bahwa optimalisasi teknologi informasi diperlukan untuk mempercepat sirkular ekonomi sampah.
Copyrights © 2025