Meme Penari Peti Mati pertama kali diperkenalkan pada publik melalui sebuah konten yang diunggah di media sosial yang kemudian tereskalasi menjadi sebuah representasi malaikat pencabut nyawa dalam pandemik global covid-19. Penelitian ini bertujuan membedah konstruksi representasi malaikat pencabut nyawa dalam pandemik global covid-19 dari sejumlah karya atau atraksi kreatif yang berasal dari meme tarian peti mati melalui analisis pembingkaian. Adapun temuan penelitian ini adalah meme penari peti mati merupakan sebuah sistem informasi kebudayaan yang bergeser dari representasi ‘perayaan’ atas sebuah kegagalan dalam mengeksekusi sebuah aksi menjadi representasi ‘perayaan’ kemenangan malaikat maut atas kegagalan atau kebodohan masyarakat bila tidak mengikuti prosedur atau protokol kesehatan dalam menghadapi pandemi golbal covid-19. Sebuah meme internet yang memiliki makna dalam narasi visual kausalitas bergeser menjadi malaikat kematian yang akan muncul melalui narasi visual ‘what if universe.’ Adapun konstruksi representasi meme penari peti mati ini disusun dari sejumlah subsistem representasi sebagai bahasa penanda yaitu musik, properti visual, sekuens visual, dan konsep narasi. Adapun subsistem tersebut dapat diubah, dihilangkan, diganti, dan sebagian digunakan ulang untuk menjangkarkan makna pada konteks, baik konteks kondisi pandemik maupun konteks asal meme penari peti mati, yaitu sebagai perayaan atas kegagalan.
Copyrights © 2020