Upaya pengembangan dan pelestarian budaya merupakan paradigma yang perlu dikembangkan dalam proses pembangunan global saat ini. Dahulu budaya lokal seringkali dianggap sebagai penghambat pembangunan, tetapi kini budaya lokal justru menjadi faktor utama dalam proses pembangunan. Indonesia kaya dengan kebudayaan daerah yang sangat beragam. Rumah tradisional merupakan salah satu kebudayaan yang dimiliki setiap daerah di Indonesia, begitupun dengan Jakarta juga mempunyai rumah tradisional yang dikenal dengan rumah tradisional Betawi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali dan menemukan makna yang terkandung pada setiap bentuk dan ragam hiasnya. Penelitian ini berfokus pada 1 (satu) rumah Betawi yaitu Rumah Kabaya. Oleh sebab itu, tema dari penelitian ini adalah Makna Ornamen pada Arsitektur Rumah Kebaya Tradisional Betawi. Metode yang digunakan metode kualitatif dan untuk mengkaji makna yang terkandung dari bentuk dan ragam hias yang terdapat di rumah tradisional Betawi menggunakan pendekatan semiotika. Penelitian dilakukan di Setu Babakan Jakarta Selatan, yang masih terdapat rumah tradisonal Betawi dan merupakan salah satu wujud dari program pemerintah yang menjadikan Setu Babakan sebagai cagar budaya dan pelestarian rumah tradisional Betawi. Hasil dari penelitian ini adalah makna dari setiap ragam hias atau ornament dan bentuk yang ada pada rumah tradisional Betawi juga fungsinya.
Copyrights © 2021