Kota Tasikmalaya adalah salah satu kota penghasil beragam kerajinan, salah satu kerajinannya yang terkenal adalah bordir kerancang. Industri bordir di Tasikmalaya sudah menyerap sebanyak 31.325 orang, yang tersebar pada 2.728 unit usaha. Keterampilan bordir ini diturunkan oleh keluarga dan masyarakat sekitar secara informal kepada generasi selanjutnya atau disebut juga sebagai pendidikan indeginius. Dengan terjaganya proses regenerisasi melalui pendidikan indeginius, diharapkan kekayaan intelektual mengenai keterampilan bordir dapat tetap lestari. Tanpa peran dari pengrajin atau praktisi, akademisi, dan Pemerintah, industri bordir Tasikmalaya tidak dapat berkembang. Saat ini perkembangan motif dan produk bordir Tasikmalaya sudah semakin modern, kondisi ini memberikan peluang baik untuk menerapkan teknologi baru yaitu software jBatik dalam proses perancanganya. Software ini akan membantu merancang komposisi motif sesuai dengan prinsip fractal pada rumus matematika. Penulis akan melakukan proses eksperimen untuk melihat sejauh mana software ini dapat memberikan kebaruan komposisi motif. Hasil eksperimen terbaik pun akan diaplikasikan pada prototype produk, agar dapat memberikan gambaran pengaplikasiiannya secara lebih utuh. Data-data yang diambil diperkuat dengan studi literatur, observasi, serta wawancara. Berdasarkan hasil eksperimen, dapat disimpulkan bahwa software jBatik mampu memberikan kemudahan dan kebaruan dalam komposisi motif bordir.
Copyrights © 2020