Setiap suku di Indonesia memiliki keragaman budaya, salah satunya adalah penggunaan penutup atau ikat kepala. Penutup kepala khas Suku Madura terbuat dari kain batik tulis Madura, dikenal dengan sebutan odheng. Odheng menjadi simbol kebanggaan bagi pemakainya. Saat ini odheng semakin berkembang pesat. Selain berdampak bagi perekonomian masyarakat Madura, kerajinan odheng juga sebagai penjaga warisan budaya leluhur. Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi kerajinan odheng Madura dari sisi filosofis, budaya maupun ekonomi. Pendekatan dalam penelitian ini adalah exploratory research. Untuk mendapatkan data secara komprehensif peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi dan kajian pustaka. Data dianalisis dengan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk odheng Madura terbagi menjadi 3 (tiga) jenis yaitu tongkos, peredhan, dan butaghen. Masing-masing jenis ini menunjukkan status sosial pemakainya sekaligus memiliki makna filosofi yang dapat menguatkan kearifan lokal masyarakat Madura dan melestarikan kekayaan budaya daerah. Pemerintah Kabupaten Bangkalan telah menetapkan batik tulis Tanjung Bumi dan odheng tongkos sebagai pakaian khas Aparatur Sipil Negara Kabupaten Bangkalan. Kebijakan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis pada budaya dan potensi lokal
Copyrights © 2024