Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam peran substantif dan pedagogis Pendidikan Pancasila di Sekolah Menengah Atas (SMA) Banyuwangi dalam membangun kesadaran politik dan memfasilitasi partisipasi pemilih pemula menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) lokal dan nasional. Partisipasi pemilih pemula merupakan indikator krusial dalam konsolidasi demokrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus tunggal (single case study) dengan fokus pada dua SMA di Banyuwangi, melibatkan empat guru Pendidikan Pancasila dan dua puluh siswa pemilih pemula (usia 17-19 tahun). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Pancasila berperan signifikan dalam memberikan pengetahuan dasar politik, namun peran tersebut kurang optimal dalam menumbuhkan motivasi partisipasi aktif (non-electoral). Kendala utama adalah (1) Keterbatasan Modul Kontekstual yang relevan dengan dinamika politik lokal Banyuwangi; dan (2) Kecenderungan Guru Menghindari Diskusi Kritis tentang isu-isu politik kontemporer, berfokus pada konten normatif. Strategi guru cenderung berupa simulasi Pemilu sekolah yang bersifat prosedural. Studi ini menyimpulkan bahwa Pendidikan Pancasila harus bertransformasi dari sekadar penyampai materi normatif menjadi fasilitator dialog kritis mengenai politik lokal.
Copyrights © 2025