Penelitian ini merupakan studi pendahuluan (need assessment) dalam kerangka Research and Development (R&D) yang bertujuan mengidentifikasi kebutuhan mendesak dan merumuskan strategi pengembangan media ajar Bahasa Inggris yang mengintegrasikan Budaya Lokal Banyuwangi (fokus pada Tari Gandrung) untuk siswa Sekolah Dasar (SD). Pembelajaran Bahasa Inggris di SD seringkali kurang relevan dan minim konteks, sehingga menghambat motivasi belajar dan pemahaman budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan melibatkan 8 guru Bahasa Inggris SD dan 50 siswa di empat SD di Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui kuesioner kebutuhan, wawancara mendalam, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan dominan pada media ajar yang berfokus pada keterampilan speaking (berbicara) dan vocabulary (kosakata). Potensi integrasi Tari Gandrung sangat tinggi sebagai narasi autentik untuk mengajarkan descriptive text dan action verbs. Kendala utama adalah (1) Minimnya Kompetensi Guru dalam mendesain materi berbasis budaya lokal, dan (2) Keterbatasan Media Ajar Audiovisual yang sudah ada. Strategi pengembangan media yang direkomendasikan mencakup: (a) Digital Storytelling Tari Gandrung dalam Bahasa Inggris; (b) Gamification Kosakata terkait atribut budaya; dan (c) Desain offline-compatible. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media ajar kontekstual berbasis budaya lokal sangat esensial untuk meningkatkan motivasi sekaligus mempromosikan literasi budaya siswa SD Banyuwangi.
Copyrights © 2025