Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan secara kualitatif pengalaman subjektif siswa SMA N. 1 Sipispis, Sumatera Utara, mengenai fenomena Kecemasan Berbicara di Depan Umum (Public Speaking Anxiety - PSA) dalam konteks Mata Pelajaran Bahasa Indonesia (MBI). PSA adalah penghambat utama dalam pengembangan keterampilan komunikasi, yang esensial bagi kompetensi abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan Interpretatif Fenomenologis dengan melibatkan tujuh siswa kelas XI dan dua guru MBI. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pada sesi presentasi, dan refleksi tertulis siswa. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga kategori pengalaman esensial PSA: (1) The Physiological Overload: Manifestasi fisik (jantung berdebar, tangan berkeringat) yang terjadi sebelum dan saat tampil; (2) The Fear of Evaluation: Ketakutan irasional terhadap penilaian negatif dan penghakiman sosial dari teman sebaya; dan (3) The Avoidance Mechanism: Upaya aktif siswa untuk menghindari tugas presentasi. Upaya guru yang ditemukan: (a) Scaffolding Berbasis Kelompok Kecil dan (b) Penggunaan Media Interaktif untuk mengurangi fokus pada diri sendiri. Penelitian menyimpulkan bahwa PSA adalah kombinasi antara faktor psikologis internal dan tekanan lingkungan sosial-akademik, sehingga penanganannya memerlukan intervensi pedagogis yang berfokus pada pembangunan lingkungan kelas yang aman (safe learning environment).
Copyrights © 2025