Penelitian ini mengkaji pengalaman wirausahawan wanita muda dalam mengelola tim kerja pada sektor fesyen lokal Makassar, sebuah ekosistem kreatif yang berkembang pesat dan didominasi oleh pelaku usaha perempuan. Meskipun 64,5% UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan, berbagai hambatan struktural seperti akses pembiayaan, tekanan peran domestik, dan keterbatasan kapasitas manajerial masih menjadi tantangan signifikan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multipel, penelitian ini mengeksplorasi dinamika kepemimpinan berbasis empati, pembangunan kepercayaan dalam konteks budaya lokal, negosiasi peran sosial, serta integrasi identitas kreatif dalam pengambilan keputusan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen digital, kemudian dianalisis dengan teknik tematik induktif. Hasil penelitian menunjukkan empat tema inti: kepemimpinan relasional, konsistensi sebagai dasar kepercayaan, batas peran yang cair dalam hubungan pertemanan, serta otonomi kreatif sebagai ekspresi identitas pemilik usaha. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan wirausahawan perempuan muda tidak hanya berorientasi pada kinerja, tetapi juga berakar pada nilai-nilai lokal seperti siri’, yang mempengaruhi gaya komunikasi dan dinamika kerja tim. Implikasi praktis mencakup kebutuhan akan pelatihan kepemimpinan yang sensitif budaya, dukungan psikososial untuk mencegah burnout, serta penguatan literasi manajerial untuk meningkatkan keberlanjutan bisnis fesyen lokal.
Copyrights © 2025