Transformasi ekonomi digital telah menciptakan peluang sekaligus risiko bagi UMKM pangan yang dipimpin perempuan di Makassar, terutama terkait kemampuan mengelola transaksi dan informasi keuangan berbasis aplikasi. Penelitian ini mengkaji bagaimana literasi keuangan digital terwujud dalam praktik sehari-hari melalui pendekatan kualitatif studi kasus yang melibatkan wawancara, observasi, dan analisis artefak digital dari 15 pelaku usaha. Temuan menunjukkan bahwa literasi keuangan digital bersifat multidimensional—memadukan pengetahuan teknis, pemahaman biaya, manajemen risiko, dan integrasi pencatatan digital. Faktor sosial seperti dukungan jejaring arisan, rekomendasi rekan, serta komunitas WhatsApp menjadi pendorong utama adopsi awal, sementara hambatan struktural mencakup biaya data, beban domestik, dan ketidakcocokan pelatihan dengan jadwal kerja perempuan. Persepsi risiko dan kecocokan tugas-teknologi turut membentuk pola adopsi, diperkuat oleh sensitivitas terhadap regulasi dan transparansi biaya. Penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi literasi yang kontekstual, partisipatif, dan berorientasi kebutuhan, serta perlunya kolaborasi lintas sektor untuk menyediakan layanan digital yang aman, terjangkau, dan relevan bagi UMKM perempuan di sektor pangan. Â
Copyrights © 2025