Menurut Nyland (1996) kesehatan dan kondisi fisik (vigour) bibit tanaman akan menentukan laju awal pertumbuhan dan kemampuan hidup bibit setelah ditanam di Iapangan. Adanya perbedaan genetik antar provenans diduga mempengaruhi perbedaan kemampuan adaptasi tanaman terhadap kondisi tempat tumbuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi pertumbuhan cendana tingkat semai dari berbagai provenans. Keragaman pertumbuhan bibit merupakan informasi penting untuk seleksi di masa mendatang. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (Completely Random Design) dengan 40 famili dengan 3 ulangan, tiap ulangan terdiri dari 8 bibit sehingga jumlah bibit yang digunakan sebanyak 960 bibit. Hasil pengukuran menunjukkan terdapat variasi pertumbuhan tinggi dan diameter. Variasi terjadi antar provenans dan famili dalam provenans. Provenans yang menunjukkan pertumbuhan terbaik berasal dari Werena (Sumba) dengan tinggi 27,68 cm dan diameter 3,77 mm.
Copyrights © 2005