Vaksinasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif dalam mencegah penyakit menular. Namun, pada komunitas Muslim muncul tantangan terkait pandangan agama, terutama mengenai kehalalan, izin syariah, dan tanggung jawab sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi pandangan Islam terhadap vaksin dan bagaimana pandangan tersebut memengaruhi perilaku kesehatan masyarakat Muslim. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis terhadap artikel‑jurnal peer‑review terkait vaksinasi dan keislaman, serta analisis hukum Islam (fiqh) dan maqāṣid al‑syarīʿah. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip‑prinsip Islam seperti ḥifẓ al‑nafs (melindungi jiwa), ḥifẓ al‑ʿaql (melindungi akal), ḥifẓ al‑nasl (melindungi keturunan), dan maslahah (kemaslahatan) mendukung vaksinasi. Namun, terdapat hambatan perilaku seperti kekhawatiran terhadap kandungan vaksin yang dianggap tidak halal, informasi negatif di media sosial, dan kurangnya pemahaman agama. Implikasi terhadap perilaku kesehatan masyarakat mencakup: penerimaan vaksin meningkat bila ulama dan lembaga agama memberi fatwa, kampanye berbasis agama lebih efektif, dan edukasi kesehatan harus memperhitungkan sensitivitas keagamaan. Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi pandangan Islam dalam strategi vaksinasi sangat penting untuk meningkatkan cakupan dan kepercayaan komunitas Muslim terhadap vaksin, serta bahwa pembuat kebijakan kesehatan harus melibatkan ulama dan tokoh agama dalam edukasi dan komunikasi.
Copyrights © 2025