Proses mengeluarkan surat ukur kapal nelayan tradisional masih dilakukan pengukuran Tonnage Kotor (GT) dan Tonnage Bersih (NT) secara manual oleh ahli ukur kapal sehingga kurang optimal dan efisien dalam proses perhitungan Tonnage Kotor dan Tonnage bersih sebuah kapal nelayan teradisional maka penulis mencoba membuat System Perhitunga Gross Tonnage / GT (Tonnage Kotor) dan Net Tonnage / NT (Tonnage Bersih) Pada Kapal Nelayan yang berfungsi menghitung Tonnage Kotor dan Tonnage Bersih secara otomatis setelah di lakukan pengukuran kapal sehingga ahli ukur kapal dapat mengetahui secara cepat serta akurat Tonnage Kotor dan Tonnage Bersih Kapal Nelayan tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang sebuah sistem pengukuran Gross Tonnage menggunakan Teknik Modeling yang di mana dapat mempermudah ahli ukur kapal dalam menentukan Gross Tonnage pada kapal sebagai syarat dalam menerbitkan sertifikat surat-surat Kapal. Pada Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas I Mamuju. Sehingga dapat mempermudah perhitungan GT kapal dengan menggunakan metode pendekatan modeling pada kapal ikan. Pengukuran GT kapal ikan dengan bantuan sebuah aplikasi yang akan menghasilkan nilai koefisien yang nantinya digunakan untuk menghitung GT kapal ikan sebagai syarat terbitnya SertifikatSurat –surat Kapal Nelayan. Hasil Penelitian Ini Adalah dalam Sistem Kalkulasi Pengukuran Gross Tonnage (GT) Dan Net Tonnage (NT) Pada Kapal Nelayan Berbasis Website menggunakan teknik Modeling” Menggunakan Bahasa Pemograman Php Dan Mysql, Hasil pengukuran dan dokumentasi yang dilakukan di lapang kemudian di gambar dengan menggunakan maxsurf untuk mengetahui nilai koefisiennya yang digunakan untuk mendapatkan nilai GT kapal. Nilai GT kapal yang didapatkan dari pengukuran langsung akan dibandingkan dengan nilai GT kapal yang ada disurat ukur kapal yang dimiliki oleh masing masing kapal ikan
Copyrights © 2025