Menurut temuan pengamatan, menunjukkan sebagian besar anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) di Ourkidz Medan masih mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri, seperti makan, berpakaian, dan mengikuti rutinitas tanpa bantuan. Sebagian faktor yang menyebabkan rendahnya kemandirian anak yaitu pola asuh permisif dari orang tua, di mana orang tua cenderung memberikan kebebasan tanpa batas dan minim kontrol, sehingga anak tidak terbiasa dengan struktur dan tanggung jawab. Metode kuantitatif digunakan pada penelitian ini dengan pendekaran korelasi. Populasi pada studi ada 30 orang tua dari anak ASD yang menjalani terapi di Ourkidz Medan. Teknik sampling yang dipakai ialah total sampling, dengan melibatkan seluruh populasi sebagai sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner berskala Likert, yang meliputi dari dua skala, satunya adalah skala pola asuh permisif dan skala kemandirian anak ASD. Berdasarkan hasil uji validitas, seluruh 40 item pernyataan pada skala pola asuh permisif dan skala kemandirian anak ASD dinyatakan valid. Hasil temuan uji reliabilitas menunjukkan bahwa skala pola asuh permisif mempunyai nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,988, sedangkan skala kemandirian anak ASD sebesar 0,987 yang dimana kedua nilai tersebut menunjukkan reliabel karena > 0,70. Hasil uji korelasi Pearson memperlihatkan hubungan negatif antara kemandirian anak dengan gangguan spektrum autisme dan pola asuh permisif ditemukan (r = -0,499; p = 0,005). Ini menunjukkan bahwa semakin permisif pola asuh orang tua, semakin rendah kemandirian anak dengan gangguan spektrum autisme.
Copyrights © 2026