Meningkatnya angka harapan hidup dan rasio ketergantungan di Indonesia telah menyebabkan bertambahnya jumlah populasi lanjut usia yang membutuhkan lebih banyak pengasuh. Para pengasuh ini memiliki peran penting dalam memberikan dukungan sosial bagi para lansia. Namun, tuntutan berlebih dalam merawat lansia dapat menyebabkan stres, depresi, dan kecemasan yang signifikan pada pengasuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja, depresi, dan kecemasan pada pengasuh lansia. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian terdiri dari 31 pengasuh di Panti Wreda Elim dan Penganyoman Pelkris. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner demografi, Zarit Burden Interview (ZBI), Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9), dan General Anxiety Disorder-7 (GAD-7). Data dianalisis menggunakan uji Rank Spearman untuk mengetahui hubungan antar variabel dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengasuh (58,1%) mengalami beban kerja minimal. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan depresi (p = 0,004) dan kecemasan (p = 0,008) pada pengasuh. Semakin tinggi beban kerja, semakin tinggi pula tingkat depresi (r = 0,491) dan kecemasan (r = 0,471). Kesimpulannya, beban kerja berhubungan dengan tingkat depresi dan kecemasan pada pengasuh di panti wreda.
Copyrights © 2025