Di era digital yang semakin kompleks, kebocoran data akibat serangan cyber menjadi ancaman serius bagi instansi pemerintah maupun sektor swasta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses forensik digital dalam investigasi insiden kebocoran data di PT Analis Forensik Digital sebagai bagian dari kegiatan Program Studi Independen Bersertifikat (MSIB). Metodologi yang digunakan meliputi observasi partisipatif, studi literatur, praktik langsung, serta diskusi dengan para ahli. Penelitian difokuskan pada identifikasi teknik anti-forensik, penggunaan perangkat lunak forensik seperti FTK Imager, Autopsy, Volatility, dan Wireshark, serta rekonstruksi insiden melalui artefak digital. Hasil investigasi menunjukkan bahwa serangan cyber yang disimulasikan melalui pengiriman email dengan file berbahaya (.zip) mampu menimbulkan jejak digital yang kompleks, namun masih dapat diidentifikasi melalui prosedur forensik yang sistematis. Teknik pengamanan data seperti enkripsi dan penghapusan permanen dapat diatasi melalui akuisisi bit-per-bit dan verifikasi nilai hash. Analisis metadata, log sistem, serta artefak RAM dan jaringan memungkinkan penyusunan kronologi kejadian secara rinci dan valid secara hukum. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya forensic readiness dalam organisasi, serta perlunya peningkatan kapabilitas SDM di bidang forensik digital sebagai bagian dari respons terhadap eskalasi kejahatan cyber di Indonesia.
Copyrights © 2025