Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis pelarut mana yang terbaik untuk mengekstraksi daun lomo Sumbawa dengan aktivitas antioksidan maksimal serta pengaruh berbagai jenis pelarut terhadap aktivitas antioksidan ekstrak daun lomo Sumbawa. Tiga jenis pelarut berbeda yang digunakan: aseton 90%, metanol 90%, dan air suling. Proses maserasi digunakan untuk mengekstraksi daun lomo. Metode folin-ciocalteu digunakan untuk analisis bahan kimia fenolik. Sedangkan metode DPPH (2,2-diphenyl-1picryljidrazil) digunakan untuk analisis antioksidan dan pendekatan spektrofotometri dengan reagen AICI3 digunakan untuk evaluasi komponen flavonoid. Temuan penelitian menunjukkan bahwa senyawa fenolik dipengaruhi secara signifikan oleh perlakuan beberapa jenis pelarut, dengan pelarut yang paling efektif adalah metanol, yang memiliki nilai total fenol sebesar 972,09 mg/L, dan pelarut metanol, yang memiliki nilai total flavonoid sebesar 7,59mg/L. Pelarut metanol merupakan jenis pelarut terbaik yang menghasilkan antioksidan tertinggi, dengan nilai total antioksidan sebesar 90,37%, sedangkan pelarut aquades memiliki rendemen tertinggi, dengan total rendemen sebesar 72,72%.
Copyrights © 2025