Pendahuluan: Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis (M.tb). Program Penanggulangan TBC menambah upaya pada strategi penemuan pasien TBC, tidak hanya secara pasif dengan promosi aktif di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), tetapi juga melalui penemuan aktif secara intensif dan masif berbasis keluarga dan masyarakat dengan tetap memperhatikan dan mempertahankan pelayanan yang bermutu sesuai standar. Metodologi Penelitian ini merupakan penelitian case study dengan menggunakan instrumen penelitian kuesioner kepada kader kesehatan, penelitian dilakukan secara cross sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagian Kader Kesehatan sejumlah 46 orang Kader Kesehatan di setiap kelurahan di Kota Kediri pada tahun 2025 yang sesuai dengan kriteria inklusi dari penelitian ini. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Probability Sampling Jenis Simple Random Sampling, sedangkan untuk analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisa univariat, bivariat dengan menggunakan Uji t – berpasangan (paired t-test). Hasil: Dengan menggunakan statistik t ≈ 12.91 dan derajat kebebasan 45, nilai p-value yang dihasilkan oleh perangkat lunak statistik akan sangat kecil, p-value < 0.05, sehingga H0 ditolak, yaitu terdapat perbedaan yang sangat signifikan secara statistik antara skor pre-test dan post-test. Peningkatan rata-rata skor sebesar 3.304 poin pada post-test dibandingkan dengan pre-test menunjukkan bahwa ada efek yang berarti. Diskusi: Diharapkan adanya penelitian dan tindakan berkelanjutan dari penelitian yang telah dilakukan ini, sebagai bentuk peneliti ikut serta dalam eliminasi tuberkulosis di Kota Kediri Kata Kunci: Kader Kesehatan, Eliminasi Tuberkulosis
Copyrights © 2025