Penelitian ini menginvestigasi motivasi berwirausaha generasi milenial pada sektor kafe dan kedai kopi di Makassar melalui pendekatan fenomenologi interpretatif. Studi ini berangkat dari konteks tumbuhnya budaya kafe sebagai ruang ekonomi–sosial–kultural yang menjadi wadah ekspresi identitas, jejaring komunitas, dan inovasi digital. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis artefak usaha terhadap 14 pemilik kafe milenial. Hasil analisis tematik mengungkap enam motivasi utama: otonomi, ekspresi identitas, koneksi komunitas, kemandirian finansial, inovasi digital, dan resiliensi dalam menghadapi krisis. Temuan menunjukkan bahwa motivasi tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan terbentuk dari interaksi lintas faktor psikologis, sosial, budaya, dan teknologi. Digitalisasi, komunitas offline–online, dan kondisi pascakrisis menjadi katalis penting dalam membentuk cara milenial memulai, mempertahankan, dan memaknai bisnis kafe. Penelitian ini menekankan pentingnya dukungan ekosistem yang holistik—menggabungkan pelatihan digital, pembiayaan, ruang komunitas, serta kebijakan kota yang adaptif. Studi ini memberi kontribusi teoretis dengan mengintegrasikan teori motivasi, perspektif ekosistem regional, dan affordances digital dalam memahami motivasi wirausaha kontemporer, sekaligus menawarkan implikasi praktis bagi pembuat kebijakan, lembaga pelatihan, dan aktor ekosistem kewirausahaan lokal.
Copyrights © 2025