Studi ini menginvestigasi praktik brand storytelling wirausahawan wanita di sektor mode Makassar melalui pendekatan fenomenologi naratif untuk memahami bagaimana narasi budaya, proses produksi, identitas gender, dan strategi digital disusun serta dinegosiasikan dalam membangun otentisitas merek. Dengan melibatkan 14 partisipan perempuan yang aktif mengelola merek mode lokal, penelitian ini menelaah pengalaman lived experience mereka melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis konten digital. Temuan mengungkap lima tema utama: akar tempat dan asal-usul, proses produksi sebagai bukti keaslian, narasi pemberdayaan, praktik co-creation berbasis komunitas, dan strategi digital yang menghadapi tantangan representasional. Analisis menunjukkan bahwa storytelling tidak hanya berfungsi sebagai diferensiasi komersial, tetapi juga sebagai medium pelestarian identitas budaya dan ruang artikulasi gender. Namun, digitalisasi menghadirkan dilema antara logika algoritmik dan kebutuhan mempertahankan kedalaman narasi. Studi ini menegaskan perlunya intervensi holistik—hibah mikro, literasi naratif-digital, dan fasilitasi ruang kolaboratif—untuk memperkuat kapasitas storytelling yang autentik dan berkelanjutan. Penelitian di masa depan disarankan untuk mengeksplorasi efek narasi terhadap perilaku konsumen, melakukan perbandingan lintas-wilayah, dan mengkaji evolusi cerita merek secara longitudinal.
Copyrights © 2025