Polusi udara merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang berdampak signifikan terhadap ekosistem perkotaan, termasuk pada pertumbuhan dan kesehatan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh polusi udara terhadap tanaman yang tumbuh di lingkungan perkotaan dengan meninjau parameter fisiologis, morfologis, dan biokimia tanaman. Sumber polutan utama seperti partikulat (PM₂.₅ dan PM₁₀), sulfur dioksida (SO₂), nitrogen dioksida (NO₂), dan ozon (O₃) diketahui dapat mengganggu proses fotosintesis, respirasi, serta menurunkan kadar klorofil daun. Tanaman yang terpapar polusi udara secara terus-menerus menunjukkan gejala nekrosis, klorosis, penurunan laju pertumbuhan, dan produktivitas yang rendah. Meskipun demikian, beberapa jenis tanaman perkotaan memiliki kemampuan adaptasi dan toleransi yang lebih baik terhadap polutan udara tertentu, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bioindikator maupun penyerap polutan (fitoremediasi). Hasil kajian ini menegaskan pentingnya pemilihan spesies tanaman yang toleran polusi dan penerapan kebijakan penghijauan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas udara serta menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah perkotaan.
Copyrights © 2025