Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pembinaan keagamaan Islam dalam meningkatkan penerimaan diri narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pariaman. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teori efektivitas menurut Edy Sutrisno digunakan sebagai kerangka analisis dengan lima dimensi utama: pemahaman program, ketepatan sasaran, ketepatan waktu, tercapainya tujuan, dan perubahan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan berjalan cukup efektif. Narapidana menunjukkan pemahaman program yang baik, mengikuti kegiatan secara sukarela, dan mengalami perubahan spiritual serta psikologis yang positif. Program juga tepat sasaran karena menyesuaikan kebutuhan dan minat narapidana dalam bidang keagamaan. Dari sisi ketepatan waktu, pelaksanaan program relatif konsisten, meskipun terdapat kendala dari pihak eksternal dan fasilitas. Tujuan program mulai tercapai, terutama pada narapidana yang konsisten mengikuti kegiatan. Perubahan nyata terlihat dari meningkatnya kualitas ibadah, kemampuan sosial, tanggung jawab, hingga pengendalian emosi, serta spek-aspek penerimaan diri menurut Sheerer juga teridentifikasi secara kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembinaan keagamaan Islam efektif dalam mendukung penerimaan diri narapidana serta memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk jati diri dan kesiapan narapidana untuk reintegrasi sosial secara lebih baik.
Copyrights © 2025