Sekitar 90% wanita di dunia pernah mengalami dismenore. Di Indonesia sendiri, prevalensi dismenore primer mencapai 54,89%. Angka kejadian tertinggi umumnya ditemukan pada usia remaja, yakni berkisar 20–90%, sedangkan sekitar 15% remaja dilaporkan menderita dismenore berat. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti terganggunya aktivitas sehari-hari, menurunnya konsentrasi serta motivasi belajar, absensi sekolah, hingga menimbulkan beban ekonomi akibat biaya pengobatan dan perawatan medis yang harus dikeluarkan. Senam aerobik digunakan untuk menangani dismenore primer secara efektif dan mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap dismenore primer. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui efek senam aerobik dalam menurunkan nyeri dismenore primer pada siswi SMA kelas 10-12. Metode penelitian yang diterapkan adalah Quasi Experimental Design dengan desain pretest-posttest control group. Total sampel terdiri dari 80 responden yang terbagi secara acak ke dalam dua kelompok, dan penentuan besar sampel menggunakan rumus Federer. Hasil analisis dengan uji Wilcoxon pada kelompok intervensi menunjukkan perbedaan bermakna (p-value < 0,05), sedangkan pada kelompok kontrol tidak ditemukan hasil signifikan (p-value > 0,05). Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney, diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05) pada intensitas nyeri antara kedua kelompok. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan, sehingga dapat disimpulkan bahwa senam aerobik efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore primer pada siswi kelas 10-12 di SMAN 1 dan SMAN 7 Kota Kediri.
Copyrights © 2025