Identifikasi pasien yang benar merupakan aspek penting dalam pelayanan laboratorium untuk mencegah kesalahan diagnosis dan meningkatkan keselamatan pasien. Beban kerja yang tinggi diduga mempengaruhi kepatuhan petugas dalam melakukan identifikasi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja petugas laboratorium dengan kepatuhan identifikasi pasien di Puskesmas Kota Denpasar. Metode Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh petugas laboratorium di 11 Puskesmas Kota Denpasar (27 orang) yang diambil dengan total sampling. Data beban kerja dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan kepatuhan identifikasi pasien diukur melalui observasi dengan checklist. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Dari hasil penelitian mayoritas petugas laboratorium memiliki beban kerja kategori berat (55,6%). Tingkat kepatuhan identifikasi pasien mayoritas berada pada kategori kurang patuh (51,9%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara beban kerja dengan kepatuhan identifikasi pasien (p=0,001; r=-0,616). Semakin tinggi beban kerja petugas laboratorium, semakin rendah tingkat kepatuhan dalam identifikasi pasien. Disarankan agar Puskesmas melakukan evaluasi distribusi beban kerja dan peningkatan pelatihan kepatuhan terhadap SOP.
Copyrights © 2025