Pasien postpartum memerlukan asupan zat gizi yang cukup untuk membantu proses penyembuhan dan produksi ASI, karena itu makanan yang disajikan selama di rumah sakit seharusnya dihabiskan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan sisa makanan pasien postpartum kelas III di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif yaitu crossectional survei dengan melibatkan 75 sampel. Data diambil pada bulan november-desember 2024, dianalisis univariat, bivariat (chi-square) dan multivariat (regresi logistik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasien postpartum sebagian besar (64 %) berpendidikan menengah, multipara (80 %), dan suku jawa (69,3 %). Pasien memiliki kebiasaan makan dengan tingkat kecukupan energi tidak baik (26,7 %), selain itu selera makannya kurang (24 %) dan mengonsumsi makanan dari luar rumah sakit (61,3 %). Pasien mendapatkan konseling gizi (69,3 %) dan rata-rata persepsinya terhadap besar porsi makan, waktu penyajian serta sikap pramusaji baik. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan umur, pendidikan, paritas, suku, MLRS, kebiasaan makan, konseling gizi, besar porsi, waktu penyajian, sikap pramusaji dengan sisa makanan. Terdapat hubungan selera makan dengan sisa makanan pasien postpartum (p value 0,020), dan selera makan merupakan variabel sangat berpengaruh dengan OR 5,850.
Copyrights © 2025