Penelitian ini mengkaji penerapan teori humanistik dalam pendidikan multikultural untuk menumbuhkan rasa empati siswa melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Teori humanistik yang menempatkan siswa sebagai subjek dengan potensi unik dikombinasikan dengan pendidikan multikultural yang mengedepankan penghargaan terhadap keberagaman sosial dan budaya. Dalam konteks Indonesia yang majemuk, integrasi kedua pendekatan ini penting untuk membentuk karakter inklusif, toleran, dan empatik pada peserta didik. Metode penelitian kualitatif deskriptif dengan studi literatur digunakan untuk menganalisis konsep dan strategi pembelajaran yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI dengan pendekatan humanistik dan multikultural mampu menciptakan suasana belajar yang dialogis, reflektif, dan berbasis pengalaman yang menumbuhkan empati siswa. Pembelajaran tersebut tidak hanya menekankan aspek kognitif tetapi juga afektif dan spiritual, sehingga mendukung pembentukan karakter siswa yang humanis dan mampu hidup harmonis dalam masyarakat plural.
Copyrights © 2025