Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB), pengeluaran pemerintah sektor pendidikan, dan persentase penduduk miskin terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia selama periode 2012–2024. IPM digunakan sebagai indikator komprehensif untuk menilai keberhasilan pembangunan manusia yang mencakup tiga dimensi utama, yaitu kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan dianalisis dengan metode regresi linier berganda menggunakan pendekatan Ordinary Least Square (OLS) untuk melihat hubungan serta signifikansi pengaruh antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap IPM di Indonesia. Secara parsial, pengeluaran pemerintah sektor pendidikan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap IPM, menegaskan bahwa peningkatan alokasi anggaran pendidikan mampu mendorong perbaikan kualitas sumber daya manusia. Sebaliknya, persentase penduduk miskin berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IPM, menunjukkan bahwa tingginya tingkat kemiskinan menjadi penghambat utama dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. Sementara itu, PDB tidak berpengaruh signifikan terhadap IPM, yang mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional belum sepenuhnya merata atau tidak langsung meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Temuan ini menekankan pentingnya perbaikan efektivitas kebijakan pengeluaran publik, khususnya dalam sektor pendidikan dan program pengentasan kemiskinan, agar pembangunan manusia di Indonesia dapat berkembang secara lebih inklusif, berkelanjutan, dan merata di seluruh wilayah.
Copyrights © 2026