Penelitian ini bertujuan menguji dan menjelaskan kondisi Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola wisata di Pantai Bone, Kabupaten Buton Utara, peran kearifan lokal Lipu Tinadeakono Sara, dan model pengembangan SDM berbasis kearifan lokal untuk mencapai keberlanjutan wisata (ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan). Menggunakan metode fenomenologi dan analisis kualitatif dari observasi dan dialog intensif, hasil penelitian menunjukkan potensi besar dalam pengembangan SDM pengelola wisata Pantai Bone. Potensi ini didukung oleh tingkat pendidikan yang beragam (SD hingga S1), pengalaman pelatihan yang relevan, semangat pemberdayaan masyarakat, dan keterlibatan kerja yang aktif. Meskipun tingkat pendidikan bervariasi, masih diperlukan pendidikan nonformal yang terarah dan program pelatihan yang sistematis dan berkelanjutan agar kontribusi pengelola lebih optimal dan merata. Poin krusial adalah peran kearifan lokal Lipu Tinadeakono Sara. Kearifan ini berhasil menanamkan nilai saling menyayangi, menghormati, memelihara, dan menghargai, yang kemudian memengaruhi perilaku, etika, dan praktik pengelolaan wisata oleh masyarakat lokal. Pemberdayaan masyarakat berhasil mengubah warga dari penonton menjadi pelaku utama pariwisata melalui usaha kreatif berbasis budaya. Dengan diperkuat nilai Lipu Tinadeakono Sara, model pengembangan SDM yang diusulkan tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi secara simultan menjaga harmoni sosial dan pelestarian budaya, yang merupakan kunci mencapai pariwisata berkelanjutan.
Copyrights © 2026