Krisis ekonomi yang berlangsung lama membuat banyak anggota yang sebelumnya aktif menjadi tidak aktif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana Insentif, engetahuan, dan Motivasi berhubungan dengan keaktifan anggota di tempat kerja puskesmas Masohi, di Kecamatan Kota Masohi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain potong lintang (Cross-ectional study). Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 48 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, yaitu mengambil sampel yang sama jumlahnya dengan populasi (menurut Sugiyono,2022). Pengujian data dilakukan dengan metode statistik chi-square. Darihasilpenelitian,didapatkan data distribusi frekuensi berdasarkan usia responden, yang terbanyak adalah mereka yang berusia 30-38 tahun, dengan jumlah 22 orang (45,8%). Responden dengan pendidikan terakhir SMA berjumlah 25 orang (52,1%), dan mereka yang memiliki masa kerja antara 7 bulan hingga 2 tahun adalah yang terbanyak, yaitu 23 orang (49,7%). Untuk motivasi di area kerja puskesmas, responden yang memiliki motivasi baik berjumlah 30 orang (62,5%). Sedangkan untuk insentif, jumlah anggota yang mendapat insentif sama dengan yang tidak mendapat insentif, yaitu masing-masing 24 orang (50,0%). Responden yang memiliki pengetahuan baik berjumlah 20 orang (41,7%), dan mereka yang kurang aktif adalah 21 orang (43,8%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara berbagai faktor yang memengaruhi keaktifan anggota dalam kegiatan Posyandu di area kerja Puskesmas Masohi, dengan nilai signifikan (sig=0,007) yang lebih kecil dari 0,05.
Copyrights © 2025