Penelitian ini menganalisis makna simbolik yang terdapat pada ornamen, warna, dan arsitektur rumah ibadah komunitas Ugamo Malim (Bale Pasogit) di Desa Pardomuan Nauli, Laguboti. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce yang terdiri atas representamen, objek, dan interpretan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap unsur visual Bale Pasogit mencerminkan keharmonisan antara manusia, alam, leluhur, dan Tuhan (Debata Mulajadi Nabolon). Ornamen gorga melambangkan nilai spiritual dan perlindungan, warna merah–putih–hitam menggambarkan keseimbangan dan kekuatan batin, sedangkan bentuk bangunan mencerminkan kesatuan dunia fisik dan spiritual. Dengan demikian, Bale Pasogit bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga simbol identitas budaya dan spiritual masyarakat Parmalim
Copyrights © 2025