Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pembinaan kemandirian bagi narapidana di Lapas Kelas IIA Kendari, serta mengidentifikasi kendala dan efektivitas dari program yang telah berjalan. Penelitian ini penting untuk melihat sejauh mana program kemandirian mampu menjawab kebutuhan pembinaan yang holistik dan berkelanjutan. Melalui pendekatan evaluasi menggunakan teori Discrepancy, penelitian ini mengkaji enam dimensi penting dalam pelaksanaan program, mulai dari perencanaan, instalasi, proses, hasil, hingga analisis biaya dan manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program kemandirian di Lapas Kelas IIA Kendari telah memberikan kontribusi terhadap pengembangan keterampilan narapidana, seperti pembuatan roti, batako, hidroponik, dan pertanian sayuran. Namun, masih ditemukan sejumlah hambatan seperti belum adanya modul pelatihan yang baku, kurangnya pelatih profesional, keterbatasan peralatan, serta tidak tersedianya sistem monitoring dan evaluasi yang terstruktur. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan dalam aspek desain program, peningkatan fasilitas pendukung, serta penguatan kerja sama dengan mitra eksternal agar program pembinaan kemandirian dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kebijakan pemasyarakatan yang berorientasi pada pemberdayaan narapidana secara komprehensif.
Copyrights © 2025