Merokok menjadi salah satu faktor penurunan fungsi paru, terutama pada remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara derajat merokok dengan hasil arus puncak ekspirasi pada remaja. Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Populasi penelitian sebanyak 90 orang dengan sampel yang diambil 74 siswa laki-laki kelas XI SMK Ma’arif NU 1 Wangon, yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Kriteria inklusi adalah siswa laki-laki perokok aktif (≥1 batang/hari selama ≥1 tahun) dan bersedia menjadi responden, sedangkan eksklusi meliputi siswa dengan penyakit pernapasan akut/kronis, pengguna rokok elektrik, dan tidak hadir saat penelitian. Intensitas merokok diukur dengan Indeks Brinkman, sedangkan nilai arus puncak ekspirasi menggunakan alat peak flow meter. Data dianalisis dengan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi p
Copyrights © 2025