Selama pandemi COVID-19, kalibrasi yang akurat terhadap kamera termal menjadi sangat penting untuk deteksi suhu tubuh di tempat umum, seperti bandara, rumah sakit, dan fasilitas umum lainnya. Untuk memastikan keandalan perangkat tersebut, kami merancang dan mengembangkan sendiri sebuah blackbody berdiameter besar yang digunakan sebagai sumber referensi dalam kalibrasi kamera termal. Keakuratan kalibrasi kamera termal sangat bergantung pada keseragaman dan stabilitas distribusi suhu pada sumber radiasi blackbody. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi termal blackbody ini, yang menggunakan air sebagai media pemanas dan sistem sirkulasi untuk memastikan distribusi panas yang merata. Pengujian dilakukan pada tiga titik suhu, yaitu 25 °C, 60 °C, dan 95,5 °C, menggunakan termometer radiasi standar. Hasil pengukuran menunjukkan kestabilan suhu yang sangat baik dengan deviasi maksimal 0,022 °C pada suhu 25 °C, 0,017 °C pada suhu 60 °C, dan 0,016 °C pada suhu 95,5 °C. Keseragaman suhu juga baik dengan variasi maksimal 0,006 °C pada suhu 25 °C, 0,038 °C pada suhu 60 °C, dan 0,078 °C pada suhu 95,5 °C. Hasil ini menunjukkan bahwa blackbody yang dikembangkan memenuhi persyaratan ASTM E1213, yang menetapkan kestabilan dan keseragaman suhu harus dapat dikendalikan hingga dalam rentang 0,1 °C untuk kalibrasi perangkat pencitraan termal. Dengan performa termal yang unggul, blackbody ini cocok untuk aplikasi di berbagai sektor industri dan ilmiah yang membutuhkan pengukuran suhu dengan tingkat presisi tinggi.
Copyrights © 2025