Penggunaan herbisida glifosat secara luas menimbulkan masalah lingkungan karena sifatnya yang persisten dan berpotensi mencemari sistem air dan tanah. Mengoptimalkan pengembangan metode adsorpsi yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah pabrik kelapa sawit melalui konversi menjadi biochar dan zat humat, dapat mengurangi polusi dan mendukung pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Penelitian ini telah melakukan pemodelan adsorpsi isotermal herbisida glifosat menggunakan konversi limbah pabrik kelapa sawit dalam bentuk larutan. Adsorpsi isotermal herbisida glifosat dengan metode kesetimbangan batch. Adsorpsi herbisida glifosat pada limbah pabrik kelapa sawit yang dikonversi dalam bentuk larutan menunjukkan peningkatan dengan meningkatnya konsentrasi glifosat dan pH. Kapasitas adsorpsi dan koefisien herbisida glifosat dengan formulasi 25% biochar-tandan kosong kelapa sawit dan 75% zat humat-padatan dekanter basah adalah 750,53 mg g-1 dan 93,70 L g-1 pada pH 5,2 dan konsentrasi 20,025 mg L-1. Isoterm adsorpsi herbisida glifosat terjadi pada model Freundlich dan Langmuir (Langmuir > Freundlich) di mana, model Freundlich (y = -0,9563x + 4,9729; R² = 0,4961) dengan nilai n (1,04); KF sebesar 93.950,69 (L mg-1)1/n, dan 1/n sebesar 0,96. Sementara itu, model Langmuir (y = 2,4112x + 0,0002; R² = 0,9785), dengan Qm rata-rata 5.000 mg g-1; KL sebesar 0,0001 L mg-1 dan RL sebesar 0,0002 (menguntungkan). Aplikasi biochar 25% tandan kosong kelapa sawit dan formulasi padatan dekanter basah 75% zat humat dari biokonversi limbah pabrik kelapa sawit, berpotensi mengurangi pencemaran/polusi glifosat pada lahan perkebunan kelapa sawit sebagai pembenah tanah dan mendukung pengelolaan limbah berkelanjutan.
Copyrights © 2025