Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi adaptasi yang dilakukan oleh toko kelontong dalam menghadapi persaingan dengan toko ritel modern di desa Kalijaya. Kehadiran ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart telah mengubah pola konsumsi masyarakat dan menurunkan daya saing toko kelontong tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari enam pemilik toko kelontong yang telah menjalankan usahanya minimal tiga tahun dan berlokasi dekat dengan ritel modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran ritel modern berdampak signifikan pada penurunan jumlah pelanggan dan meningkatnya tekanan persaingan harga bagi toko kelontong. Namun, toko kelontong yang mampu menerapkan strategi adaptasi seperti pelayanan personal, sistem pembayaran hutang, penyesuaian produk dan harga, sudah menggunakan teknologi sederhana (WhatsApp dan aplikasi pencatatan keuangan digital) tetap dapat mempertahankan usahanya. Faktor pendukung keberhasilan strategi ini antara lain kedekatan sosial dengan pelanggan dan lokasi yang strategis. Dengan demikian, meskipun dihadapkan pada dominasi ritel modern, toko kelontong masih memiliki peran penting dan strategis dalam ekonomi desa, terutama sebagai simpul sosial-ekonomi masyarakat lokal. Kata Kunci: Strategi Adaptasi1, Toko Kelontong2, Ritel Modern3
Copyrights © 2025