Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam pengembangan kompetensi klinis apoteker di era digitalisasi kesehatan serta mengidentifikasi strategi, tantangan, dan implikasi transformasi digital terhadap praktik farmasi modern. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi pustaka terhadap sumber-sumber akademik terkini berupa artikel ilmiah, laporan resmi, dan dokumen kebijakan dari tahun 2017–2025. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran literatur dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan tahapan identifikasi tema, reduksi data, kategorisasi konsep, dan penarikan kesimpulan induktif untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif terhadap fenomena yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi digital literacy, blended learning, dan pemanfaatan teknologi seperti telepharmacy, wearable devices, serta artificial intelligence berperan penting dalam meningkatkan kesiapan dan kompetensi klinis apoteker. Namun, masih terdapat tantangan berupa keterbatasan infrastruktur, variasi kesiapan digital antar institusi, dan minimnya pelatihan formal yang terstandar. Implikasi temuan ini menegaskan pentingnya pembaruan kurikulum farmasi, penguatan kebijakan pendidikan berbasis digital, serta kolaborasi lintas disiplin untuk mendukung transformasi profesional di bidang farmasi. Kesimpulannya, penguasaan kompetensi digital menjadi fondasi utama bagi apoteker dalam menghadapi sistem kesehatan berbasis teknologi, sekaligus memperluas peran strategisnya dalam pelayanan klinis yang berorientasi pada pasien dan data.
Copyrights © 2026