Ballast water kapal berpotensi mencemari lingkungan laut karena mengandung logam berat seperti timbal (Pb2+2+2+) dan seng (Zn2+). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode elektrokoagulasi dengan variasi dosis NaCl dan waktu kontak dalam menurunkan konsentrasi Pb2+2+2+ dan Zn2+ pada ballast water. Proses elektrokoagulasi dilakukan menggunakan elektroda aluminium dengan arus searah (DC) 5 A pada volume sampel 10 L. Variasi dosis NaCl yang digunakan adalah 0, 1,5, 2, dan 2,5 mg/L, sedangkan waktu kontak adalah 30, 60, 90, dan 120 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi awal Pb2+ sebesar 2,99 mg/L dapat ditekan hingga 0,005 mg/L pada dosis NaCl 2,5 mg/L setelah 120 menit, dengan efisiensi penyisihan 99,83%. Sementara itu, konsentrasi awal Zn2+ sebesar 12,9 mg/L sudah berhasil dihilangkan hingga lebih dari 99% yaitu sejak menit ke-30 pada dosis 2–2,5 mg/L NaCl. Penambahan NaCl terbukti meningkatkan konduktivitas larutan sehingga mempercepat pembentukan flok Al(OH)3 yang berfungsi mengadsorpsi ion logam berat. Dengan demikian, elektrokoagulasi dengan penambahan NaCl dinilai efektif, efisien, dan ramah lingkungan untuk mengurangi kandungan logam Pb2+2+2+dan Zn2+ pada ballast water sebelum dibuang ke laut.
Copyrights © 2025