Penelitian ini bertujuanĀ mengungkap makna laba berdasarkan persepsi pengrajin tenun khas Pringgasela. Penelitian menggunakan pendekatan etnometodologi dan dilakukan melalui observasi partisipan selama tiga bulan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Dalam penelitian ada sepuluh informan yang terlibat dari dua lokasi yang berbeda di desa Pringgasela Timur. Teknik analisis yang dilakukan melalui analisis Indeksikalitas, Refleksifitas dan Aksi Kontekstual. Hasil penelitian ini menemukan bahwa laba dimaknai sebagai keberlangsungan tradisi, kecukupan dalam memenuhi kebutuhan dasar, kebanggaan atas pengakuan sosial, stabilitas usaha, serta kontribusi terhadap komunitas sekitar. Pengrajin menempatkan pentingnya warisan budaya dan keberlanjutan produksi di atas akumulasi keuntungan material. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pemaknaan laba di Pringgasela sangat kontekstual dan tidak dapat dipahami melalui konsep laba konvensional. Temuan ini merekomendasikan pentingnya pendekatan holistik dalam pengembangan industri tenun tradisional yang menghargai nilai budaya lokal, memperkuat komunitas, dan memfasilitasi pemberdayaan ekonomi berkelanjutan.
Copyrights © 2025