Penelitian ini menganalisis ketimpangan distribusi pendapatan di Provinsi Jawa Tengah periode 2020–2024 dengan pendekatan regresi data panel. Data meliputi 35 kabupaten/kota dengan variabel dependen Gini Ratio dan empat variabel independen: Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), pendidikan, tingkat pengangguran terbuka, dan upah minimum kabupaten/kota. Model terbaik ditentukan melalui serangkaian uji spesifikasi Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier dan diestimasi menggunakan metode Random Effect Model (REM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDRB berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan; semakin tinggi pertumbuhan ekonomi, semakin rendah Gini Ratio. Upah minimum kabupaten/kota juga terbukti berpengaruh negatif dan signifikan, menandakan bahwa kebijakan kenaikan upah efektif menekan kesenjangan pendapatan. Sebaliknya, pendidikan dan tingkat pengangguran terbuka tidak berpengaruh signifikan, sehingga dalam periode pengamatan peningkatan kualitas pendidikan dan fluktuasi pengangguran belum berdampak nyata pada pemerataan pendapatan di Jawa Tengah.
Copyrights © 2025