Dalam masyarakat beragama, institusi pernikahan dan proses kehamilan dipandang tidak hanya sebagai fenomena sosialkeluarga tetapi juga sebagai manifestasi nilai luhur dan tanggung jawab moral. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep pernikahan serta perawatan kehamilan dari perspektif agama, dengan meninjau kerangka ajaran, norma keagamaan, serta implikasi praktis bagi pasangan dan ibu hamil. Metode yang digunakan adalah kajian literatur terhadap berbagai publikasi keagamaan dan akademik untuk menyusun pemahaman integratif antara nilai-nilai agama dan praktik medis/kehamilan. Temuan menunjukkan bahwa agama menyediakan landasan normatif bagi pernikahan yang sah dan proses kehamilan yang bermartabat yang meliputi persiapan, pemeliharaan kesehatan ibu dan janin, serta hak-dan-kewajiban pasangan. Namun, terdapat tantangan dalam implementasi praktis seperti pemahaman yang berbeda antar komunitas, akses layanan kesehatan, dan penyelarasan budaya lokal dengan ajaran agama. Artikel ini diharapkan memberi kontribusi pada literatur keagamaan dan kesehatan, serta menjadi acuan bagi praktik konseling pra-nikah dan pelayanan kehamilan yang sensitif keagamaan.
Copyrights © 2025