Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana bias kognitif, khususnya overconfidence dan loss aversion, memengaruhi keputusan investasi ekspansi modal di kalangan pemilik Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) di Makassar, sebuah konteks pasar berkembang di Indonesia. Penelitian ini didorong oleh kenyataan bahwa banyak pemilik UMKM masih sangat bergantung pada intuisi dan heuristik informal dalam pengambilan keputusan berisiko tinggi, yang berpotensi menyimpang dari prinsip keuangan normatif. Penelitian ini mengadopsi desain studi kasus kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara mendalam (Critical Incident Technique) pada sepuluh pemilik UMKM dari berbagai sektor di Makassar. Temuan signifikan menunjukkan bahwa overconfidence mendorong pengambilan risiko yang berlebihan dan proyeksi optimistis yang tidak realistis, sementara loss aversion menyebabkan keengganan untuk menghentikan investasi yang gagal (sunk cost fallacy) karena takut mengakui kerugian. Kedua bias ini diperkuat oleh bounded rationality yang membatasi penggunaan alat analisis formal. Interpretasi dan kesimpulan menunjukkan bahwa keputusan investasi UMKM bukan hanya perhitungan ekonomi, tetapi juga proses psikologis yang mendalam, menekankan perlunya intervensi peningkatan kapasitas dan literasi keuangan untuk memitigasi kesalahan berbasis bias demi mencapai pertumbuhan bisnis yang lebih berkelanjutan.
Copyrights © 2025