Penelitian ini membahas penerapan digitalisasi akuntansi persediaan pada UMKM di tengah tuntutan transformasi digital yang semakin kuat, terutama mengingat banyak pelaku usaha mikro masih mengandalkan pencatatan manual yang rawan kesalahan dan tidak menyediakan data real-time untuk pengambilan keputusan. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi dan dokumentasi di tiga UMKM, yaitu Pusat Rasa Es Pisang Ijo, UMKM Petis Khas Sidoarjo, dan UMKM Segar Rujak Serut, guna memahami praktik pencatatan persediaan, bentuk adopsi teknologi, serta kendala yang mereka hadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi telah mulai diterapkan melalui aplikasi sederhana dan penggunaan spreadsheet untuk pencatatan stok, transaksi, dan laporan keuangan, meskipun sistem yang digunakan belum terintegrasi penuh dan masih mengandalkan peran langsung pemilik usaha dalam input data. Temuan juga menunjukkan bahwa digitalisasi memberikan manfaat berupa peningkatan akurasi pencatatan, ketersediaan informasi real-time, efisiensi waktu, serta kemudahan dokumentasi, namun proses adopsinya terhambat oleh rendahnya literasi digital, keterbatasan biaya untuk software akuntansi profesional, dan minimnya tenaga administrasi.
Copyrights © 2025