Desa wisata merupakan potensi pariwisata yang dikembangkan di suatu wilayah dengan memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. Kesehatan dan pariwisata memiliki hubungan. Kegiatan pariwisata merupakan salah satu upaya dalam melakukan pemeliharaan kesehatan contohnya penanggulangan stress. Namun masih banyak permasalahan dalam pariwisata yang dibuktikan dari indikator yang memiliki hasil buruk pada survey kepuasan wisata meliputi, faktor keselamatan , faktor sarana transportasi, fasilitas keselamatan, akses dan permasalahan sanitasi seperti kebersihan toilet dan ketersediaan tempat sampah serta tempat cuci tangan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat program desa wisata di Desa Sugihwaras Kabupaten Kediri sebagai salah satu satu bentuk desa wisata yang memenuhi indikator pariwisata sehat dengan mengimplementasikan “Ottawa Charter” . Dengan demikian, desa wisata dapat memberikan keamanan, kenyamanan dan tidak menimbulkan masalah kesehatan. Metode: Termasuk penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomena. Data dikumpulkan melalui wawancara, kajian dokumen dan FGD. Informan sejumlah 13 orang didapatkan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu pengurus lembaga desa wisata, masyarakat anggota kelompok kerja serta penanggung jawab dari Puskesmas Ngancar. Hasil: Upaya promosi kesehatan di Desa Wisata Sugihwaras telah diterapkan. Termasuk pada aspek pemberdayaan masyarakat yang terdapat pada strategi promosi kesehatan. Kesimpulan : Kebijakan berwawasan kesehatan dan penataan ulang layanan kesehatan belum optimal. Saran : Perlu adanya penguatan pemberdayaan pada aspek kebijakan berwawasan kesehatan dan penataan ulang layanan kesehatan.
Copyrights © 2021