Kelelahan pada siswa disebabkan oleh banyak faktor contohnya adalah lingkungan belajar yang dipilih pada siswa. Pada faktanya siswa SMA di Surabaya siswa memiliki lingkungan belajar yang kurang aktif seperti sering membolos, tidak memperhatikan saat pembelajaran, malas-malasan untuk belajar dan lain-lain maka otomatis motivasi dan semangat siswa untuk belajar kurang sehingga siswa akan mudah jenuh dan lelah untuk belajar. Peran orang tua dalam lingkungan fasilitas pada siswa juga kurang, fasilitas yang dimiliki siswa SMA di Surabaya rata-rata masih kurang. jika fasilitas sudah lengkap dan memadai maka siswa juga akan semangat dan memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lingkungan belajar siswa dengan kelelahan siswa kelas XII SMA/sederajat tahun ajaran 2020/2021 di Kota Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis cross sectional . Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII SMA/sederajat di Kota Surabaya. Penentuan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 212 siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian adalah metode angket. Hasil uji analisis statistik menggunakan Fisher’s Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara lingkungan belajar dengan kelelahan siswa kelas XII SMA/sederajat tahun ajaran 2020/2021 di Kota Surabaya. Besarnya hubungan dilihat dari uji Fisher’s Chi Square dan terdapat hubungan positif antara variabel lingkungan belajar dengan kelelahan sebesar 0,039 dengan 0,05. Nilai p < ,sehingga Ho ditolak.Kesimpulan dari penelitian ini adalah dari 212 siswa mengalami kelelahan yang dikategorikan sedang.Pada hasil uji analis statistik menunjukkan terdapatnya hubungan antara lingkungan belajar dengan kelelahan yang dialami siswa.
Copyrights © 2022