Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan dengan kewajiban memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, anti diskriminasi dan efektif dengan mengutamakan kepentingan pasien sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit. Mutu yang baik dari sebuah rumah sakit dapat dikendalikan melalui clinical pathway. Namun belum semua rumah sakit menerapkan clinical pathway secara dengan baik. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kepatuhan petugas kesehatan dalam penerapan clinical pathway selama pemberian pelayanan kepada pasien. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara kepada salah satu Panitia Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya. Penelitian ini dilaksanakan sejak Desember 2020 hingga Maret 2021. Teknik analisis pada penelitian ini menggunakan metode Failure Modes and Effect Analysis (FMEA) guna mengetahui potensi risiko yang dapat menghambat kelancaran alur proses pelayanan kasus Appendicitis Acute dalam pemanfaatan Clinical Pathways (CPWs) oleh tenaga kesehatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 9 modus kegagalan dalam implementasi CPW berdasarkan penentuan cut off point menggunakan prinsip pareto. Modus kegagalan tersebut terjadi karena CPW belum terintegrasi secara menyeluruh dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS). Sehingga dapat disimpulkan bahwa perlu adanya integerasi yang komprehensif antara CPW dan SIM RS guna meningkatkan kepatuhan penerapan CPW dalam upaya peningkatan mutu rumah sakit.
Copyrights © 2022