Terhitung per 20 Juli 2021, Kota Surabaya merupakan kota dengan kasus konfirmasi COVID-19 tertinggi di Provinsi Jawa Timur dengan faktor risiko utama yaitu pada pasien dengan komorbid, salah satunya tuberkulosis. Pengurangan risiko terinfeksi COVID-19 dengan penerapan protokol kesehatan oleh pasien tuberkulosis tidak hanya dapat menurunkan beban COVID-19, tetapi juga dapat mengurangi ko-infeksi kedua penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu (usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir), pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada pasien tuberkulosis di wilayah Puskesmas Surabaya Utara. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada pasien tuberkulosis di wilayah puskesmas Surabaya Utara dengan jumlah sebanyak 104 responden yang diambil menggunakan stratified sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner online dan offline pada bulan Agustus 2021. Analisis data menggunakan analisis univariate dan bivariate dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden mayoritas berusia <60 tahun, berjenis kelamin perempuan, berpendidikan tinggi atau ≥SMA, memiliki pengetahuan kurang terkait COVID-19 dan sikap positif terkait COVID-19. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa, usia dan jenis kelamin tidak berhubungan (p=1,000; p=0,954). Pendidikan terakhir, pengetahuan terkait COVID-19, dan sikap terkait COVID-19 berhubungan (p=0,020; p=0,000; p=0,000). Kesimpulan penelitian adalah pendidikan tinggi, pengetahuan yang baik serta adanya sikap positif akan membentuk perilaku pencegahan COVID-19.
Copyrights © 2023