Pemilihan makanan yang keliru dapat menjadi salah satu risiko timbulnya penyakit degeneratif, seperti mengonsumsi makanan instan/cepat saji. Menu atau pangan selingan alternatif, biasa dikonsumsi antara sebelum atau sesudah makan utama kecuali saat sarapan. Dengan adanya bolu kukus berbahan dasar buah sawo manila dan tepung MOCAF, diharapkan menjadi salah satu rekomendasi menu selingan alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai energi, kadar zat gizi makro, daya terima, dan serving size produk. Jenis penelitian ini yaitu eksperimen dengan desain penelitian deskriptif observatif berbasis uji laboratorium. Analisis nilai energi menggunakan akumulasi dari hasil analisis zak gizi makro dan kadar zat gizi makro dan serat menggunakan metode proksimat. Daya terima dilakukan dengan menggunakan uji hedonik, dan untuk penentuan serving size menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan hanya F0 yang memenuhi ± 10% energi rujukan, sementara formula lain berada di bawah ± 10% energi rujukan; hanya F0 yang tidak memenuhi ± 10% karbohidrat rujukan; tidak ada yang memenuhi ± 10% protein rujukan; tidak ada yang memenuhi ± 10% lemak rujukan; hanya F0 yang memenuhi ± 10% serat rujukan, sementara formula lainnya lebih tinggi dari rujukan. Dari hasil analisis secara keseluruhan, F1 merupakan formula yang paling disukai dan F3 merupakan formula terpilih untuk dianalisis serving size-nya. Saran terhadap penelitian ini, yaitu agar produk dapat menjadi salah satu pangan rekomendasi untuk menu selingan alternatif, agar dapat dilakukan penelitian lanjutan terkait kandungan gizi mikro, dan lainnya terhadap produk, serta perbaikan bahan formulasi agar lebih mencukupi kandungan gizi serta daya terima.
Copyrights © 2022