Obesitas adalah karakteristik dari fase prediabetes. Lebih dari 340 juta anak dan remaja berusia 5-19 tahun mengalami kelebihan berat badan atau obesitas di dunia. Penelitian ini bertujuan mengetahui perilaku konsumsi makanan dan minuman manis terhadap prediabetes pada remaja. Jenis penelitian menggunakan survey cross sectional, yang dilaksanakan Agustus 2023. Data diperoleh dengan pengukuran tinggi badan, berat badan, aktivitas sedentary, dan frekuensi makan makanan dan minuman manis. Sampel dalam penelitian adalah remaja usia 15-19 tahun di Kota Jayapura berjumlah 100 responden dengan teknik Accidental Sampling. Analisis data dengan uji chi-square dan Confidence Interval 95% / a= 0,05. Terdapat sebanyak 7 remaja (7,00%) obesitas, dan 24 remaja (24,00%) kelebihan berat badan, rata-rata usia remaja 16 tahun, paling banyak remaja perempuan (75,0%), perilaku sedentary remaja pada hari kerja sebanyak 25% pada kategori tinggi (> 5 jam/hari), perilaku sedentary remaja pada akhir pekan sebanyak 31% pada kategori tinggi, 63% remaja jarang mengkonsumsi minuman manis 63%, dan 60% remaja jarang mengkonsumsi makanan manis. Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku sedentary pada akhir pekan dengan kejadian obesitas pada remaja (p=0,032), dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, perilaku sedentary pada hari biasa, frekuensi minuman dan makanan manis dengan kejadian overweight pada remaja. Faktor yang mempengaruhi kejadian overweight pada remaja di Kota Jayapura adalah perilaku sedentary pada hari libur. Diharapkan pihak sekolah menginisiasi penyelenggaran kantin sehat, edukasi bahaya makanan dan minuman manis, serta kegiatan yang mendorong remaja untuk melakukan aktivitas fisik guna mencegah terjadinya obesitas pada remaja.
Copyrights © 2023