Pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan terhadap berbagai sektor, termasuk kesehatan dan gizi anak usia dini. Pembatasan sosial dan penutupan layanan kesehatan menyebabkan terganggunya pemantauan pertumbuhan, keterbatasan akses terhadap pangan bergizi, serta meningkatnya risiko malnutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemenuhan gizi anak usia 36–72 bulan selama masa pandemi di KB Kuncup Melati dan TK Pamardi Putra, Bantul. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 19 anak yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki status gizi normal (70%), dengan mayoritas orang tua memiliki pengetahuan gizi dalam kategori baik dan cukup (42,1%), serta pola pemenuhan gizi anak yang tergolong baik (52,6%). Temuan ini menunjukkan bahwa pemenuhan gizi anak tetap harus menjadi prioritas meskipun dalam situasi krisis. Edukasi gizi berkelanjutan serta penguatan layanan kesehatan berbasis digital perlu dioptimalkan untuk mendukung ketahanan gizi anak usia prasekolah selama masa pandemi.
Copyrights © 2025